Breaking News

Recent Posts

Download

Recent Posts Load More

Selasa, 02 Agustus 2011

Cara Mengatasi Darah Tinggi

Hipertensi biasanya tidak menunjukkan gejala dan tanda. Hal inilah mengapa sangat penting untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Hanya pemeriksaan tekanan darah tinggi dengan menggunakan alat pemeriksa tekanan darah tinggi diagnosa hipertensi dapat ditegakkan.

Tips Mengatasi
Pengopatan tekanan darah tinggi dimulai dengan perubahan-perubahan gaya hidup untuk membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi resiko terkena penyakit jantung. Jika perubahan-perubahan itu tidak memberikan hasil, mungkin anda perlu mengkonsumsi obat-obat untuk penderita darah tinggi, tentu saja dengan berkonsultasi dengan dokter. Bahkan jika anda harus mengkonsumsi obat-obatan, alangkah baiknya disertai dengan perubahan gaya hidup yang dapat membantu anda mengurangi jumlah atau dosis obat-obatan yang anda konsumsi.

Jangan merokok
Nikotin yang ada di dalam sigaret (rokok) dan produk rokok dari tembakau menyebabkan pembuluh darah mengerut (konstiksi) dan denyut jantung menjadi lebih cepat, yang secara sementara akan menaikkan tekanan darah. Jika anda berhenti merokok, anda dapat dengan signifikan mengurangi resiko terserang penyakit jantung dan dari serangan jantung, serta dapat juga menurunkan tekanan darah.

Kurangi berat badan jika anda overweight dan Lakukan olah raga secara teratur.
Jika anda adalah seorang dengan overweight atau kelebihan berat badan, mengurangi berat badan biasanya membantu menurunkan tekanan darah. Olah raga teratur adalah suatu kebiasaan dan cara yang baik untuk mengurangi berat badan. Hal itu juga tampak berguna untuk menurunkan tekanan darah dengan sendirinya.

Makanlah dengan diet yang sehat termasuk didalamnya perbanyak makan buah dan sayur dan kurangi lemak dan Kurangi konsumsi sodium, alkohol dan caffein.
Tidak setiap orang terpengaruh dengan mengkonsumsi sodium, tetapi sodium dapat meningkatkan tekanan darah pada beberapa orang. Kebanyakan orang yang mempunyai darah tinggi sebaiknya membatasi konsumsi sodium pada dietnya tiap hari kurang dari 2.400 mg. Jangan menambahkan garam pada diet makanan anda. Periksalah label makanan untuk kandungan sodium pada makanan yang akan anda konsumsi. Sedangkan beberapa makanan yang benar-benar terdapat banyak kandungan sodium, seperti potato chips, anda tidak mungkin menyadari berapa banyak sodium yang berada di dalam roti dan keju.

Pada beberapa orang, alkohol berakibat pada naiknya tekanan darah yang cukup banyak. Pada orang lain itu tidak memberikan efek pada naiknya tekanan darah. Jika anda minum alkohol, batasi konsumsi alkohol anda dengan minium alkohol tidak lebih dari 1 atau 2 minuman per harinya. Satu minuman adalah satu kaleng bir, yang satu adalah satu gelas wine atau satu jigger atau liquor. Jika tekanan darah anda meningkat berhubungan dengan alkohol yang dikonsumsi, yang terbaik adalah tidak perlu mengkonsumsi alkohol.
Cobalah teknik-teknik relaksasi atau biofeedback.
Stress mungkin bisa berakibat pada tekanan darah. Untuk membantu melawan stress, cobalah lakukan relaksasi atau biofeeedback. Hal tersebut bekerja dengan baik bila dilakukan sedikitnya satu kali dalam satu hari. Tanyakan dan mintalah saran dari dokter mengenai hal ini.

Pengobatan Tekanan darah tinggi
Banyak sekali tipe obat berbeda yang dapat digunakan untuk pengobatan tekanan darah tinggi (hipertensi) yang disebut dengan antihypertensive medicines (obat-obat anti hipertensi).

Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi tekanan darah dan mengembalikannya pada ukuran normal dengan obat-obat yang mudah di konsumsi, tersedia, jumlahnya sedikit mungkin, jika memungkinkan tanpa ada efek samping. Tujuan pengobatan tersebut hampir selalu tercapai pada pengobatan hipertensi.
Jika tekanan darah tinggi anda hanya bisa di kendalikan dengan obat-obatan medis, anda perlu mengkonsumsi obat-obatan itu untuk sisa hidup anda. Jangan berhenti mengkonsumsi obat-obatan tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter atau anda akan bersiko tinggi terserang stroke atau serangan jantung.

Jenis-jenis obat anti hipertensi (tekanan darah tinggi)
Diuretics obat-bat jenis ini membantu tubuh untuk meniadakan tubuh dari cairan dan sodium yang berlebihan sehingga pembuluh darah tidak terlalu berat bekerja karena terlalu banyaknya cairan dalam tubuh.

Beta-blocker obat jenis ini akan membantu mengehentikan efek dari adreanalin
Alpha-blockers; alpha blocker akan membantu pembuluh darah agar tidak mengalami halangan atau membuat pembuluh darah terbuka.

ACE inhibitors berguna untuk mencegah pembuluh darah mengalami kostriksi atau penyempitan dengan cara mencegah dan menghentikan pembentukan angiotension II. Angiotensin II adalah suatu senyawa kimia yang menyebabkan konstriksi pembuluh darah.
Calcium Channel Blockers; berfungsi mencegah pembuluh darah dari terjadinya konstriksi dengan mencegah masuknya calcium ke dalam sel tubuh.

Obat kombinasi obat gabungan, ACE inhibitor dengan calcium channel blockers.

Efek samping obat
Masing-masing obat yang berbeda mempunyai efek samping yang berbeda pada orang yang berbeda. Efek samping obat anti hipertensi meliputi pusing saat berdiri dari posisi tidur atau duduk, kadar potasium dalam darah rendah, gangguan tidur, mengantuk, mulut kering, sakit kepala, bengkak atau oedem, konstipasi dan depresi. Pada pria, beberapa obat anti hipertensi dapat menyebabkan masalah dengan gangguan ereksi.
Konsultasikan dengan dokter anda tentang apapun perubahan dari kondisi anda termasuk efek samping obat. Jika satu jenis obat yang anda konsumsi tidak memberikan hasil atau ada efek samping pemakaian obat, anda punya pilihan untuk menggunakan obat jenis atau tipe lain. Biarkan dokter anda membantu anda dalam memilih dan menentukan obat yang tepat untuk anda

Source : dechacare.com
Read More

Obat tradisional untuk Penyakit darah tinggi

  • murbei
  • daun cincau hijau
  • seladri (tidak boleh lebih 1-10 gr per hari, karena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis)
  • bawang putih (tidak boleh lebih dari 3-5 siung sehari)
  • Rosela 
  • daun misai kucing
  • minuman serai. teh serai yang kering atau serai basah(fresh) diminum 3 kali sehari. Dalam seminggu dapat nampak penurunan tekanan darah tinggi
Source : id.wikipedia.org 
 
1.
ALANG_ALANG

Potong-potong 60 gr akar alang-alang,lalu rebus dalam 3 gelas air. Biarkan mendidih hingga air tersisa 1 gelas Dinginkan, lalu saring minum 2 kali sehari sabanyak 1/2 gelas selama 10 hari

2.
BAWANG MERAH

Cuci bersih 1 siung bawang merah yang telah dikupas lalu dimakan Atau biasakan memakan bawang marab yang telah dicampur dalam acar timun.

3.
BAWANG PUTIH

Ada 2 macam cara pengobatan darah tinggi dengan menggunakan bawang putih.

Cara Pertama:

Kupas 1 atau 2 siung bawang putih lalu kunyah-kunyah sampai halus kemudian ditelan. Setelah itu minumlah 1 cangkir air hangat. Lakukan 3 kali dalam sehari.


Cara Kedua :

2 siung bawang putih dipanggang di atas api lalu dimakan setiap pagi selama tujuh hari berturut-turut.


Cara Ketiga :

Tumbuk halus 3 siung bawang putih tambahkan air secukupnya.Peras dan saring lalu minum secara teratur.

4.
BAYAM

Cuci bersih 1 potong akar bayam duri berikut bonggolnya lalu dipotong-potong. Rebus dalam 2 gelas air hingga tersisa setengahnya. Minum air rebusan sekaligus.

5.

BELIMBING WULUH

Masak 25 gr biji srigading yang telah dihaluskan dalam 4 gelas air, tambahkan 3 buah belimbing wuluh segar. Saring dan
dinginkan lalu minum 1 gelas sehari. Atau rebus 3 buah belimbing wuluh yang sudah dipotong-potong dengan 3 gelas air, biarkan mendidih hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan dan saring, minum setelah makan pagi.

6.
DAUN ALPUKAT

Rebus 5 lembar daun alpukat dengan 2 gelas air. Biarkan mendidih hingga airtersisa setengahnya. Saring lalu tambahkan
gula dan aduk rata. Minum 2 kali sehari secara rutin.

7.
DAUN PEGAGAN

Rebus 20 lembar daun pegagan dalam 3 gelas air hingga tersisa 3/4 nya. Minum air rebusan 3 kali sehari sebanyak 3/4 gelas.

8.
JERUK NIPIS

Cuci dan potong-potong 2 buah jeruk nipis, 20 kuntum bunga jeruk nipis dan 30 lembar daun jeruk nipis. Rebus dengan 3 gelas air, biarkan mendidih hingga air tersisa sebanyak 2 1/4 gelas saja. Saring dan dinginkan lalu bagi menjadi 3 bagian. Tambahkan sedikit madu lalu minum setiap hari secara rutin.
9.
KEMANGI

Rebus daun kemangi dan belimbing wuluh secukupnya dengan 2 gelas air hingga air tersisa 1 gelas. Minum sekaligus sampai habis.

10.
KUMIS KUCING

Ramuan ini membutuhkan daun kumis kucing yang basah dan kering masing-masing sebanyak 50 gr. Rebus daun kumis
kering dengan air secukupnya. Daun yang segar diseduh dengan air panas. Campur kedua ramuan lalu saring. Minum 1 gelas sehari.

11.
KUNYIT

Parut rimpang kunyit seukuran 1/2 jari. Tambahkan 1 sdm madu lalu remas-remas. Peras dan saring. Minum 2 - 3 kali sehari.

12.
LOBAK

Tumbuk halus biji lobak yang sudah dikeringkan. Makan sebanyak 6 gr 3 kali sehari. Atau minumlah jus lobak segar 2
kali sehari sebanyak 1 cangkir kecil selama 1 minggu.

13.
MENIRAN

Rebus 50 gr meniran kering dalam 2 liter air. Biarkan mendidih air tersisa setengahnya. Saring lalu minum 2 kali sehari setelah makan sebanyak 1 gelas.

14.
MENGKUDU                                                   

Gunakan juicer atau jus extractor untuk mendapatkan san buah mengkudu. Campur buah mengkudu masak dengan air dan ambil sarinya. Minum setengah gelas secara teratur setiap hari.

15.
MENTIMUN

Rebus 150 gr mentimun dengan air secukupnya lalu minum air rebusan tersebut secara teratur setiap hari Atau parut 2 buah mentimun yang sudah dicuci bersih. Lalu diperas dan disaring. Minum air perasan tersebut 2 - 3 kali dalam sehari.

16.
SAMBILOTO

Cuci bersih lalu seduh 5 sampai 7 helai daun sambiloto dengan air mendidih. Minum beberapa kali dalam sehari.

17.
SELADA AIR

Cuci bersih 2 atau 3 batang selada air lalu dikunyah dan airnya ditelan. Lakukan setiap hari hingga tensi darah kembali normal.

18.
SELEDRI

Cuci bersih seledri yang masih utuh sebanyak 16 batang lalu potong-potong kasar. Rebus dalam 2 gelas air hingga tersisa 15 gelas Bagi air rebusan menjadi 2 bagian lalu diminum. Seledri yang sudah direbus dimakan. Lakukan secara teratur. Hati-hati menggunakan resep ini, karena dapat mengakibatkan penurunan tekanan darah secara drastis.

19.
TAPAK DARA                                                     

Cuci lalu rebus 10 gr daun tapak dara dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas saja. Saring dan dinginkan lalu minum.

20.
TEMULAWAK                                                              

Haluskan 2 sdm rimpang temu lawak, 5 sdm rimpang kunyit 1 sdm asam hitam dan gula jawa secukupnya. Tambahkan 1/2 gelas air masak. Peras lalu minum 2 kali sehari selama 1 minggu.

21.
BENALU

Petik tumbuhan benalu {Loranthus yadoripl) yang sering ditemukan tumbuh liar di pohon besar sebanyak 15 gr. Potong-
potong tanaman itu. Jemur dan keringkan jika ingin menggunakan bahan ini dalam waktu lama. Rebuslah dengan 3
gelas air sampai airnya hanya tersisa 1 gelas. Minumlah setengah gelas, pagi dan siang hari.

22.
CAMPURAN RUMPUT LAUT DAN BUI DAUN SENDOK

Siapkan rumput laut yang belum diolah sebanyak 15 gr. Tambahkan dengan 15 gr biji daun sendok. Setelah dibersihkan
kedua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai air tersisa hanya 1 gelas. Setelah disaring air rebusan dibagi untuk 2
kali minum, yakni pagi dan siang hari.

23.
CAMPURAN KUNYIT, MENIRAN, DAN BAHAN LAIN

Siapkan 1/4 genggam daun meniran, rimpang kunyit seukuran 1 jari, 10 buah belimbing wuluh dan sedikit gula aren. Cuci bersih semua bahan (kecuali gula aren). Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa sekitar 2 gelas saja. Setelah
disaring dibagi untuk 3 kali minum, pagi, siang dan malam hari.

24.
CAMPURAN DAUN MURBEI, LEUNCA DAN BAHAN LAIN

Siapkan 20 lembar daun murbei, 8 buah leunca, 1/2 sendok teh adas, dan 3/4 jari pulosari. Cuci bersih semua bahan. Tambahkan sedikit gula aren agar tak terlalu pahit. Rebus semua bahan dengan 3 gelas air hingga airnya tersisa 2 gelas. Setelah disaring airnya dibagi untuk 3 kali minum. Pagi, siang dan malam hari.


Source :Farmasiku.com
Read More

Tanda Gejala hipertensi

Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala; meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.
Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut:
  • sakit kepala
  • kelelahan
  • mual
  • muntah
  • sesak napas
  • gelisah
  • pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.
Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif, yang memerlukan penanganan segera.

Source : id.wikipedia.org
Read More

Penyebab hipertensi

Penyebab hipertensi

Hipertensi berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi 2 jenis :
  1. Hipertensi primer atau esensial adalah hipertensi yang tidak / belum diketahui penyebabnya (terdapat pada kurang lebih 90 % dari seluruh hipertensi).
  2. Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan/ sebagai akibat dari adanya penyakit lain.
Hipertensi primer kemungkinan memiliki banyak penyebab; beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah.
Jika penyebabnya diketahui, maka disebut hipertensi sekunder. Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi, penyebabnya adalah penyakit ginjal. Pada sekitar 1-2%, penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB).
Penyebab hipertensi lainnya yang jarang adalah feokromositoma, yaitu tumor pada kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (noradrenalin).
Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan; bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan. Stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu, jika stres telah berlalu, maka tekanan darah biasanya akan kembali normal.
Beberapa penyebab terjadinya hipertensi sekunder:
  1. Penyakit Ginjal
    • Stenosis arteri renalis
    • Pielonefritis
    • Glomerulonefritis
    • Tumor-tumor ginjal
    • Penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan)
    • Trauma pada ginjal (luka yang mengenai ginjal)
    • Terapi penyinaran yang mengenai ginjal
  2. Kelainan Hormonal
    • Hiperaldosteronisme
    • Sindroma Cushing
    • Feokromositoma
  3. Obat-obatan
    • Pil KB
    • Kortikosteroid
    • Siklosporin
    • Eritropoietin
    • Kokain
    • Penyalahgunaan alkohol
    • kayu manis (dalam jumlah sangat besar)
  4. Penyebab Lainnya
    • Koartasio aorta
    • Preeklamsi pada kehamilan
    • Porfiria intermiten akut
    • Keracunan timbal akut.

    Source : id.wikipedia.org
Read More

Mengenal Penyakit darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). Penderita yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan mempunyai keadaan darah tinggi. Tekanan darah yang selalu tinggi adalah salah satu faktor risiko untuk stroke, serangan jantung, gagal jantung dan aneurisma arterial, dan merupakan penyebab utama gagal jantung kronis.

Source : id.wikipedia.org  

Penyakit darah tinggi atau Hipertensi  adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya.

Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG. Dalam aktivitas sehari-hari, tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angka kisaran stabil. Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat diwaktu beraktifitas atau berolahraga.

Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur (rutin), maka hal ini dapat membawa si penderita kedalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian. Tekanan darah tinggi yang terus menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja extra keras, akhirnya kondisi ini berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata. Penyakit hypertensi ini merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung.

Penyakit darah tinggi atau Hipertensi dikenal dengan 2 type klasifikasi, diantaranya Hipertensi Primary dan Hipertensi Secondary :



  • Hipertensi Primary

  • Hipertensi Primary adalah suatu kondisi dimana terjadinya tekanan darah tinggi sebagai akibat dampak dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan. Seseorang yang pola makannya tidak terkontrol dan mengakibatkan kelebihan berat badan atau bahkan obesitas, merupakan pencetus awal untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi. Begitu pula sesorang yang berada dalam lingkungan atau kondisi stressor tinggi sangat mungkin terkena penyakit tekanan darah tinggi, termasuk orang-orang yang kurang olahraga pun bisa mengalami tekanan darah tinggi.

  • Hipertensi Secondary

  • Hipertensi secondary adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi sebagai akibat seseorang mengalami/menderita penyakit lainnya seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh. Sedangkan pada Ibu hamil, tekanan darah secara umum meningkat saat kehamilan berusia 20 minggu. Terutama pada wanita yang berat badannya di atas normal atau gemuk (gendut).

    Pregnancy-induced hypertension (PIH), ini adalah sebutan dalam istilah kesehatan (medis) bagi wanita hamil yang menderita hipertensi. Kondisi Hipertensi pada ibu hamil bisa sedang ataupun tergolang parah/berbahaya, Seorang ibu hamil dengan tekanan darah tinggi bisa mengalami Preeclampsia dimasa kehamilannya itu.

    Preeclampsia adalah kondisi seorang wanita hamil yang mengalami hipertensi, sehingga merasakan keluhan seperti pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut, muka yang membengkak, kurang nafsu makan, mual bahkan muntah. Apabila terjadi kekejangan sebagai dampak hipertensi maka disebut Eclamsia.


    1. Penyebab Hipertensi
    Penggunaan obat-obatan seperti golongan kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat hormon, termasuk beberapa obat antiradang (anti-inflammasi) secara terus menerus (sering) dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Merokok juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi dikarenakan tembakau yang berisi nikotin. Minuman yang mengandung alkohol juga termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi. Jangan mengkonsumsi alkohol

    2. Penanganan dan Pengobatan Hipertensi
      a. Diet Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi)
    • Kandungan garam (Sodium/Natrium)
    • Seseorang yang mengidap penyakit darah tinggi sebaiknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi asin-asinan garam, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pengontrolan diet sodium/natrium ini ; - Jangan meletakkan garam diatas meja makan - Pilih jumlah kandungan sodium rendah saat membeli makan - Batasi konsumsi daging dan keju - Hindari cemilan yang asin-asin - Kurangi pemakaian saos yang umumnya memiliki kandungan sodium
    • Kandungan Potasium/Kalium
    • Suplements potasium 2-4 gram perhari dapat membantu penurunan tekanan darah, Potasium umumnya bayak didapati pada beberapa buah-buahan dan sayuran. Buah dan sayuran yang mengandung potasium dan baik untuk di konsumsi penderita tekanan darah tinggi antara lain semangka, alpukat, melon, buah pare, labu siam, bligo, labu parang/labu, mentimun, lidah buaya, seledri, bawang dan bawang putih. Selain itu, makanan yang mengandung unsur omega-3 sagat dikenal efektif dalam membantu penurunan tekanan darah (hipertensi). Pengobatan hipertensi biasanya dikombinasikan dengan beberapa obat; - Diuretic {Tablet Hydrochlorothiazide (HCT), Lasix (Furosemide)}. Merupakan golongan obat hipertensi dengan proses pengeluaran cairan tubuh via urine. Tetapi karena potasium berkemungkinan terbuang dalam cairan urine, maka pengontrolan konsumsi potasium harus dilakukan. - Beta-blockers {Atenolol (Tenorim), Capoten (Captopril)}. Merupakan obat yang dipakai dalam upaya pengontrolan tekanan darah melalui proses memperlambat kerja jantung dan memperlebar (vasodilatasi) pembuluh darah. - Calcium channel blockers {Norvasc (amlopidine), Angiotensinconverting enzyme (ACE)}. Merupakan salah satu obat yang biasa dipakai dalam pengontrolan darah tinggi atau Hipertensi melalui proses rileksasi pembuluh darah yang juga memperlebar pembuluh darah.
      Source : Infopenyakit
    Read More
    Subscribe
    Labels
    Popular Posts

    Subscribe Via Email

    About Us

    Advertisment

    Like Us

    © Penyakit Darah Tinggi All rights reserved | Designed By Seo Blogger Templates